Dua Terdakwa Korupsi Tanah Pemkab Mabar Bebas, PH: Ini Keadilan Tuhan!

Dua Terdakwa Korupsi Tanah Pemkab Mabar Bebas, PH: Ini Keadilan Tuhan!

Kupang, penatimor.com – Majelis Hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang memvonis bebas Mizardo Fabio dan Masilimiliano De Reviziis.

Dua terdakwa asal negara Italia itu divonis bebas atas perkara dugaan korupsi pengelolaan aset tanah seluas 30 hektare milik Pemkab Manggarai Barat (Mabar) di Labuan Bajo.

Penasehat hukum dari terdakwa Nizzardo Fabio, Marsel Radja dan Fredom Radja, menyampaikan bahwa menurut majelis hakim dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum tidak terbukti secara sah dalam tindak pidana korupsi baik itu primair maupun subsidair.

“Menurut majelis hakim, dakwaan jaksa baik subsider maupun primer tidak terbukti secara sah. Perbuatan yang dilakukan kedua terdakwa adalah perbuatan perdata,” ujarnya.

Lanjut Marsel, dalam fakta persidangan tidak terjadi adanya tindak pidana korupsi melainkan perbuatan terdakwa masuk dalam kategori perdata.

Dimana dalam sidang dengan agenda putusan adanya Dissenting Opinion (DO), oleh hakim anggota satu (Nggilu Liwar Awang), yang menyatakan bahwa tanah tersebut tidak masuk dalam kategori aset Pemda Manggarai Barat.

“Adapun dissenting dari majelis anggota, yang menyatakan bukan tanah Pemda, maka hakim anggota dua dan majelis hakim menyatakan pendapat yang sama justru lebih memperkuat itu bukan tanah Pemda, menghormati tanah hak dari Haji Syukur cs, yang bertanggung jawab akan tanah Pemda itu Haji Syukur cs, bukan klein kami,” jelas Marsel.

Selain itu dalam kasus tersebut, dirinya menilai kliennya tidak bersalah atas tanah tersebut dikarenakan kliennya tidak mengetahui asal usul tanah tersebut.

“Klien kami tidak mengetahui bahwa itu tanah Pemda. Klien saya hanya tau bahwa itu tanah hak Haji Syukur. Sehingga kami mensyukuri dan memberikan apresiasi atas putusan majelis hakim,” jelas Marsel.

Ia menambahkan, sesuai putusan hakim perbuatan terdakwa tidak merupakan unsur kesengajaan dalam kasus tersebut.

Majelis hakim juga melihat dalam fakta-fakta dalam persidangan yang selama ini terjadi, dimana kliennya dinilai tidak bersalah.

“Dalam fakta hukum dipersidangan klien kami tidak bersalah, sehingga pertimbangan hukum oleh hakim anggota satu mengatakan bahwa itu bukan tanah Pemda,” tegas Marsel.

“Hakim anggota dua katakan apa yang mereka lakukan adalah perbuatan bukan unsur sengaja dan tidak ada unsur terpenuhi perbuatan korupsi. Sehingga tidak terdapat kedua unsur itu, dan itu merupakan fakta persidangan,” sambung Marsel.

Dalam kasus tersebut, selama persidangan saksi yang dihadirkan oleh JPU, bagi kliennya hanya satu orang.

“Catatan penting. Dalam perkara ini cuma satu saksi yang diperiksa yaitu Buharudin oleh terdakwa Fabio,” tandasnya.

Menanggapi langkah hkum tingkat kasasi oleh Penuntut Umum, Marsel katakan pihaknya juga akan mengikuti sampai tahapan kasasi.

Setelah kedua terdakwa divonis bebas oleh majelis hakim, dan surat putusan Pengadilan baru pihaknya membebaskan kedua terdakwa.

“Keadilan yang diberikan oleh hakim terhadap terdakwa adalah keadilan Tuhan,” tegas Marsel lagi.

Sementara itu, Fredom Radja menambahkan bahwa putusan hakim merupakan fakta hukum dalam persidangan sehingga hakim menilai terdakwa tidak bersalah. (wil)