Dua Terdakwa Korupsi Asal Italia Divonis Bebas, Jaksa Langsung Kasasi

Dua Terdakwa Korupsi Asal Italia Divonis Bebas, Jaksa Langsung Kasasi

Kupang, penatimor.com – Majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang memvonis bebas dua terdakwa asal dari negara Italia, Masilimiliano De Reviziis dan Mizardo Fabio, Rabu (7/7/2021) petang.

Kedua terdakwa tersangkut perkara dugaan korupsi aset tanah seluas 30 hektare milik Pemkab Manggarai Barat di Labuan Bajo.

Dalam amar putusan yang dibacakan secara bergantian oleh hakim ketua Fransiska Paula Dari Nino dan hakim anggota Gustaf Marpaung, menyatakan kedua terdakwa tidak terbukti bersalah dalam kasus tersebut.

Dalam perkara tersebut, menurut majelis hakim, kedua terdakwa tidak mengetahui tanah tersebut aset milik negara.

“Terdakwa tidak terbukti bersalah berdasarkan dakwaan yang disampaikan penuntut umum, karena kedua terdakwa tidak mengetahui aset tersebut aset milik negara,” sebut hakim Gustaf.

Setelah putusan dibacakan oleh hakim Gustaf Marpaung, putusan bebas yang dilanjutkan oleh hakim ketua Fransiska Paula Dari Nino menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair, maka dakwaan subsidair tidak perlu dipertimbangkan lagi.

Dengan demikian, terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan penuntut umum dan membebaskan terdakwa dari pidana kurungan setelah putusan hakim berkekuatan tetap.

Majelis hakim juga menyatakan bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah bersalah melalukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan penuntut umum kepada terdakwa.

Sehingga membebaskan terdakwa dari seluruh dakwaan penuntut umum.

Selain itu membebankan biaya perkara kepada negara, dan membebaskan dari segala perkara dan membersihkan nama baik terdakwa.
“Memberikan putusan bebas terdakwa dari tahanan, dan membebaskan biaya kepada negara,” sebut majelis hakim.

Setelah membacakan putusan bebas, penuntut umum Herry C. Franklin menyatakan upaya hukum dengan Kasasi di tingkat Mahkamah Agung (MA).

Terpantau, sidang yang digelar secara virtual dipimpin oleh hakim ketua Fransiska Paula Dari Nino didampingi hakim anggota Nggilu Liwar Awang dan Gustaf Marpaung.

Kedua terdakwa masing-masing didampingi oleh penasehat hukum. (wil)