Tersangka Korupsi Bawang Merah Malaka Menang Praperadilan atas Kapolda NTT

Tersangka Korupsi Bawang Merah Malaka Menang Praperadilan atas Kapolda NTT

Kupang, penatimor.com – Baharuddin Tony (BT), tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bawang merah di Kabupaten Malaka tahun anggaran 2018 berhasil memenangkan gugatan praperadilan terhadap Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Lotharia Latif.

Putusan perkara praperadilan dengan Nomor: 8/Pid.Pra/2021/PN.KPG dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Kupang, Jumat (18/6/2021) siang.

Robert Salu, SH.,MH., kuasa hukum tersangka Baharuddin Tony mengatakan, bahwa kliennya telah mengajukan pra peradilan kepada Kapolda NTT atas penetapan tersangka terhadap dirinya.

Gugatan tersebut didaftarkan pada 24 Mei 2021.

Dalam sidang putusan, majelis hakim PN Kupang mengabulkan permohonan pra peradilan untuk seluruhnya yang diajukan kliennya.

Majelis hakim menyatakan bahwa penetapan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut tidak sah dan tidak berdasarkan atas hukum dan oleh karenanya penetapan tersangka a quo tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Lanjut nya, majelis hakim juga memerintahkan kepada pihak Polda NTT untuk menghentikan penyidikan terhadap perintah penyidikan kepada Baharudin Tonny serta memulihkan hak dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya.

Tersangka Baharudin Tonny sendiri yang merupakan Kuasa Direktur dari CV Timindo, merupakan penyedia bawang merah dalam proyek yang disebut merugikan negara Rp 4,9 miliar.

Ia juga ditetapkan sebagai tersangka bersama 8 orang lainnya pada Maret 2020.

Sebelumnya pada 18 Agustus 2020, Baharudin bersama tersangka lain bebas demi hukum setelah berkas perkara mereka tidak naik ke pihak Kejaksaan Tinggi NTT.

Pada Mei 2021, Direktorat Kriminal Khusus Polda NTT menyatakan berkas perkara tersangka Baharuddin lengkap dan melimpahkan ke pihak Kejaksaan Tinggi NTT.

Dikatakan Robert, bahwa pihaknya mengapresiasi putusan pengadilan tersebut dan mendorong agar putusan itu segera ditindaklanjuti.

“Kami berharap agar pihak Polda NTT segera menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3 terhadap Baharuddin Toni,” tandas Robert. (wil)