HUT Ke-13, KAI NTT Bantu Warga Korban Seroja di Kupang

HUT Ke-13, KAI NTT Bantu Warga Korban Seroja di Kupang

Kupang, penatimor.com – Dalam rangka HUT Ke-13 Kongres Advokat Indonesia (KAI) NTT, digelar bakti sosial (Baksos) terhadap warga terdampak badai Seroja di Kota Kupang.

Bantuan sosial diberikan kepada warga terdampak badai Seroja di Kampung Amanuban, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Minggu (20/6/2021) siang.

Aksi kemanusiaan ditunjukan KAI dengan membagikan paket sembako berupa beras, minyak goreng, mie instan, serta pakaian layak pakai kepada warga terdampak bencana Seroja yang selama ini berada di posko penampungan.

Ketua DPD KAI Provinsi NTT, Fredrik Djaha mengatakan, pihaknya berbagi kasih dengan warga terdampak Seroja yang selama ini masih berada di tempat penampungan.

HUT Ke-13, KAI NTT Bantu Warga Korban Seroja di Kupang

“Kami tergerak hati untuk meringankan beban warga terdampak Seroja dengan memberikan perhatian dan sumbangan sukarela dari semua rekan Advokat kemudian mencari waktu yang tepat untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga yang membutuhkan,” kata Fredrik.

Pihaknya mengakui bantuan sembako tersebut nilainya tidak seberapa, namun yang terutama adanya niat tulus dari para advokat untuk berbagi dengan sesama yang berada dalam kesulitan.

“Kami menyadari bantuan yang kami berikan tidak seberapa namun kami dengan niat tulus memberi dan berbagi sekaligus berusaha menjadi berkat bagi orang lain,” tandasnya.

Perwakilan warga terdampak Seroja, Merry Willa, mengucapkan terima kasih atas kepedulian dari KAI NTT yang telah menyempatkan waktu menyambangi warga terdampak Seroja sekaligus memberikan bantuan sembako dan pakaian layak pakai.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dari KAI NTT yang telah mengunjungi dan memperhatikan warga terdampak Seroja sekaligus meringankan beban kami melalui bantuan sembako,” ungkap Merry.

Warga yang mengungsi berjumlah lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) karena rumahnya hancur pasca bencana seroja menerjang wilayah tersebut.

“Banyak warga yang mengungsi karena rumahnya hancur akibat longsor di sekitar bantaran kali, sehingga dari pihak pemerintah telah merencanakan untuk merelokasi para warga yang kehilangan tempat tinggal,” jelas Merry Willa. (wil)