Gara-gara Tanah, Seorang Ayah dan Anaknya di Kabupaten TTS Bunuh Saudara Semarga

Gara-gara Tanah, Seorang Ayah dan Anaknya di Kabupaten TTS Bunuh Saudara Semarga

SoE, penatimor.com – Seorang ayah dan anaknya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terlibat kasus pembunuhan terhadap kerabat mereka.

Kasus pembunuhan ini dilakukan oleh Manuel Babu (48) dan Yongki Babu (18).

Keduanya merupakan warga RT 09/RW 03, Desa Usapinnasi, Kecamatan Polen, Kabupaten TTS.

Kedua pelaku ini diduga membunuh Oktovianus Babu (31) yang juga warga Desa Usapinnasi dan masih saudara semarga dengan kedua pelaku.

Pemicu nya hanya gara-gara pengangkutan tanah di Tuiniki, samping rumah Maria Haekase di RT 06/RW 03, Desa Usapinnasi.

Kasus pembunuhan ini terjadi pada Kamis (10/6/2021) siang dan langsung ditangani pihak kepolisian.

Bermula sekitar pukul 09.00 wita, korban menyewa sebuah ekskavator untuk mengeruk sebuah gunung di samping rumah Maria Haekase dan tanah sertu hendak dijual.

Saat itu tersangka Imanuel Babu datang dan menegur korban agar jangan mengeruk gunung tersebut karena tanah tersebut adalah tanah miliknya.

Korban sempat mengentikan proses pengerukan tanah oleh ekskavator.
Namun sekitar sejam kemudian korban pun menyuruh kembali melanjutkan mengeruk gunung tersebut.

Tiba-tiba datang tersangka dan anak tersangka Yongki Babu.

Tersangka Imanuel Babu langsung melarang korban agar jangan mengeruk gunung tersebut namun korban tidak menggubris hal tersebut.

Anak tersangka Yongki H Babu pun emosi. Yongki langsung memeluk korban. Saat bersamaan tersangka Imanuel Babu langsung mencabut sebilah pisau yang berada di pinggangnya.

Imanuel  Babu langsung menikam korban pada perut sebelah kanan hingga korban terluka dan sekarat.

Pasca menikam korban, tersangka Imanuel Babu dan anaknya Yongki Babu langsung kabur meninggalkan korban.

Korban masih berusaha berlari mengejar tersangka Imanuel Babu dan anak tersangka Yongki Babu.

Namun saat itu korban tidak bisa mengejar dan langsung terjatuh.

Kemudian korban langsung dibantu oleh beberapa orang yang berada di lokasi kejadian membawa korban ke Puskesmas, namun nyawa korban tidak bisa tertolong dan meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Mahdi Dejan yang dikonfirmasi Kamis (10/6/2021) mengaku kalau saat ia dan anggota datang ke lokasi kejadian, korban telah dibawa oleh keluarga korban di Puskesmas Fatumnutu, Kabupaten TTS.

Saat itu korban menggunakan jaket berwarna hijau dan terdapat robekan terkena benda tajam pada perut kanan.
Pada tubuh korban terdapat luka robek dengan panjang 2 centimeter dan lebar 1 centimeter.

Sedangkan pada tubuh korban yang lain tidak terdapat luka baru maupun lama.
Di lokasi kejadian ditemukan  3 pasang sandal  berwarna biru 1 pasang, berwarna hijau 1 pasang dan berwarna merah 1 pasang.

Ditemukan 1 bilah pisau dan sarung pisau yang terbuat dari kayu, 1 lembar kain panjang batik serta 1 buah topi berwarna hitam.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan oleh dokter Puskesmas Fatumnutu, Dokter Jordan, disimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat luka yang dialami korban pada perut kanan.

Luka tersebut banyak mengeluarkan darah sehingga korban meninggal dunia karena kehabisan darah.

“Diduga tersangka membunuh korban karena antara korban dan tersangka mempunyai masalah tanah,” tandas Kasat Reskrim Polres TTS.

Jenasah korban sudah dibawa dari Puskesmas Fatumnutu ke kediaman korban.

Sedangkan tersangka hingga saat ini belum ditemukan namun penyidik pembantu telah ke rumah tersangka dan terus melakukan pengejaran.

Polisi juga meminta bantuan aparat dusun dan warga masyarakat setempat untuk dapat memberikan informasi kepada Tim Sergap Polres TTS terkait keberadaan tersangka.

Pasca melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi memeriksa para saksi yang mengetahui peristiwa tersebut dan mengejar tersangka. (wil)