ASTAGA! IRT yang Ditemukan Gantung Diri di Kupang Diduga Dibunuh Suaminya, Sudah Tersangka dan Ditangkap

ASTAGA! IRT yang Ditemukan Gantung Diri di Kupang Diduga Dibunuh Suaminya, Sudah Tersangka dan Ditangkap

Kupang, penatimor.com – Seorang suami di Kota Kupang diduga kuat melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap istrinya.

Korban yang seorang ibu rumah tangga (IRT) itu berinisial IFR (22) dan diduga kuat dibunuh oleh suaminya berinisial HG (28).

Pasangan suami istri sah ini tinggal di Jalan Soeharto, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Sebelumnya pihak kepolisian Polsek Maulafa, Polres Kupang Kota, menerima laporan warga bahwa telah terjadi penemuan jenazah akibat gantung diri.

Korban IFR (22) ditemukan meninggal dalam posisi gantung diri di kamar mandi rumahnya pada, Jumat (04/6/2021) petang.

Dengan informasi penemuan jenazah korban, Tim Identifikasi Polres Kupang Kota dan anggota Polsek Maulafa melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dalam olah TKP itu, polisi menemukan kejanggalan atas kejadian gantung diri tersebut.

Merasa ada kejangalan atas kematian korban, penyidik Unit Reskrim Polsek Maulafa melakukan pemeriksaan saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti dan visum et repertum.

Dari hasil penyidikan, polisi menyimpulkan korban IFR (22) diduga dibunuh oleh suaminya HG (28) sebelum korban ditemukan gantung diri.

Pada Selasa (22/6) sekira pukul 21.00 Wita, Kapolsek Maulafa AKP Jerry Puling, bersama anggota Polsek Maulafa, pihak RT setempat, mendatangi rumah HG (28) untuk mengamankannya untuk waktu 1 x 24 jam, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

HG juga saat diamankan berdasarkan surat penangkapan, HG juga sudah dijadikan tersangka.

Pantauan media ini, HG (28) saat hendak diamankan pihak kepolisian, sempat melakukan perlawanan dan mengusir pihak kepolisian, dan bernada kasar, namun HG berhasil dibawa ke Mapolsek Maulafa untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Kapolres Kupang Kota AKBP, Satrya Perdana Binti Tarung, SIK., melalui Kapolsek Maulafa AKP Jerry Puling, saat dikonfrimasi, mengatakan, HG diduga  kuat melakukan pembunuhan, sebelum korban ditentukan gantung diri.

“HG sudah kita bawa ke Polsek untuk dilakukan pemeriksaan. HG juga tetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolsek.

HG dikenakan Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga meninggal dunia. Ia juga dikenakan Pasal 338 dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (wil)