Yustinus Tanaem Terancam Hukuman Mati

Yustinus Tanaem Terancam Hukuman Mati

Kupang, penatimor.com – Yustinus Tanaem alias Tinus (42), tersangka kasus pembunuhan siswi SMA, Marsela Bahas (18) di Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang terancam hukuman mati.

Penyidik Sat Reskrim Polres Kupang menjerat Tinus dengan pasal hukuman berlapis.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 340 dan Pasal 338 KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak, karena korban masih kategori anak,” kata Kapolres Kupang  AKBP Aldinan RJH Manurung, SIK., didampingi Kasat Reskrim Polres Kupang AKP Nofi Posu, SIK., dan Kapolsek Kupang Barat IPTU Sadikin, S.Sos, Selasa (25/5/2021) usai pelaksanaan rekonstruksi kasus pembunuhan ini.

Lanjut Kapolres, penyidik akan menerapkan hukuman maksimal kepada pelaku pembunuhan ini, bahkan dia berharap Tinus mendapatkan hukuman mati.

“Kita akan berikan hukuman maksimal. Harapannya hukuman mati. Kami akan melakukan  tindakan tegas dan tidak ada ampun bagi tersangka,” tegas Kapolres Kupang.

Dalam mengungkap kematian korban Marsela Bahas, polisi melakukan penyidikan mendalam dan berulang kali melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Kita kumpulkan motif kasus ini dan kita periksa kurang lebih 40 saksi, sehingga dari hasil pendalaman, diketahui kalau pelaku pembunuhan adalah Yustinus Tanaem,” jelas Kapolres.

Dalam menangani kasus pembunuhan ini, Polres Kupang dibantu oleh Tim Jatanras Polda NTT hingga berhasil mengamankan pelaku.

Dukungan hukuman maksimal atau hukuman mati kepada pelaku pembunuhan ini disuarakan oleh praktisi hukum di Kupang, Samuel Adoe, SH.

Kepada media ini, Rabu (26/5/2021), Samuel Adoe, SH., menilai bahwa penyidik Sat Reskrim Polres Kupang sudah tepat menerapkan Pasal 340 dan Pasal 338 KUHP.

Berdasarkan ketentuan Pasal 340 KUHP, pelaku bisa dijatuhi hukuman mati apabila pelaku sudah memiliki rencana terlebih dahulu.

“Dimana pelaku sudah terlebih dahulu mengajak korban dan sudah membawa pisau sebelum kejadian tersebut terjadi. Sehingga menurut saya pelaku bisa diterapkan Pasal 340 KUHP,” tandas Samuel.

“Saya sepenuhnya mendukung penyidik untuk menerapkan Pasal 340 KUHP dan subsider Pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun. Selain itu, Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tutup Samuel Adoe. (wil)