Terdakwa Pembunuhan Karyawati SPBU di Kupang Dituntut 15 Tahun Penjara

Terdakwa Pembunuhan Karyawati SPBU di Kupang Dituntut 15 Tahun Penjara

Kupang, penatimor.com – Sidang kasus dugaan tindak pidana pembunuhan karyawati SPBU di Kota Kupang, memasuki agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Kupang.

Kasus dugaan pembunuhan ini dengan terdakwa Raynaldo Ntero alias Aldit (27).

Terdakwa dituntut JPU dengan Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sidang agenda pembacaan tuntutan dari JPU dilaksanakan secara virtual di ruang sidang Cakra, Rabu (5/5/2021) siang.

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua, Budy Aryono, SH.,MH., didampingi Hakim Anggota, Rahman Aries, SB, SH.,MH., ,dan Maria R. S. Maranda, S.H.

Turut hadir JPU I Kadek, SH.,MH., dan Muhammad Akbar, SH.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi oleh penasehat hukum terdakwa dan terdakwa pada (9/5/2021).

Sebelumnya kasus dugaan pembunuhan ini dilaporkan Johny Christian Adoe (24), karyawan BUMN yang juga warga RT 003/RW 001, Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang ke Polsek Alak melalui laporan polisi nomor: LP/B/ 217/X/2020.

Pada 26 Oktober lalu, korban Berdy Susanti Gabriel (30), warga RT 002/RW 001, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang ditemukan di Jalan Baru, Kampung Lama, Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Awalnya korban dilaporkan mengalami kecelakaan lalulintas. Namun berdasarkan kondisi luka korban dan sepeda motor yang dikendarai tidak ada kerusakan muncul kecurigaan jika korban dibunuh.

Dan ternyata dugaan itu benar. Pacarnya Aldiyath Raynaldo Ntero alias Aldit (27), warga RT 17/RW 06, Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang kini jadi tersangka.

Aldit mengaku sakit hati karena dimaki-maki korban sehingga mendorong korban dari atas sepeda motor. Korban mencurigai tersangka berkomunikasi dengan wanita lain.

Tersangka Aldit mengaku menyikut dan mendorong korban dengan siku dari atas sepeda motor saat sedang melaju dan korban pun terjatuh.

Tersangka kemudian menjatuhkan sepeda motor korban di lokasi kejadian hingga ditemukan warga.

Lalu, ia bersandiwara dengan menelepon keluarga korban seolah-olah korban mengalami kecelakaan lalu lintas. (wil)