Polisi Terus Usut Kematian Nona Welkis, Kapolres Kupang Sebut Ada Tindak Kekerasan

Polisi Terus Usut Kematian Nona Welkis, Kapolres Kupang Sebut Ada Tindak Kekerasan

Kupang, penatimor.com – Penyidik Satuan Reskrim Polres Kupang terus menyelidiki dugaan kekerasan yang dialami Yuliani Apriani Welkis alias Nona (19), korban yang ditemukan meninggal tanpa busana.

Korban yang adalah warga Dusun Tuasene, Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang itu ditemukan meninggal di wilayah Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Kapolres Kupang AKBP Aldinan R.J.H. Manurung mengatakan kuat dugaan korban dianiaya sebelum ditemukan.

“Diduga ada tindakan kekerasan sebelumnya,” ujar Kapolres Kupang, Rabu (19/5/2021).

Untuk itu polisi masih menyelidiki dan mendalami lebih lanjut soal dugaan ini.

Saat ditemukan, tubuh dan wajah korban sudah membusuk dan dipenuhi belatung sehingga sulit diidentifikasi.

Saat ditemukan, celana korban sudah terlepas. Namun celana itu seperti diletakkan menutup bagian perut dan kemaluan.

Sementara tubuh bagian atas menggunakan baju kaos oblong warna abu-abu bermotif kotak hitam.

Di lokasi kejadian ditemukan barang bukti berupa uang Rp 20.000 sebanyak 2 lembar, masker putih yang dalam maskernya masih ada bekas bibir merah.

Korban ditemukan warga di tanah milik PT Dewimukti tepatnya di RT 008/RW 002, Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT, Senin (17/5/2021) petang.

Korban Yuliani Apriani Welkis alias Nona ini baru menyelesaikan sekolah menengah kejuruan (SMK) tahun lalu.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Desa Noelmina, Kornelis Riwu Djita, Selasa (18/5/2021).

“Iya, almarhumah merupakan warga saya di Desa Noelmina, Kecamatan Takari,” ungkap Kornelis.

Dari informasi yang diterima pihak keluarga, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban pergi dari rumah untuk melamar pekerjaan setelah mendapatkan informasi lowongan di Osmok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

“Almarhumah baru tamat SMK tahun lalu, dia mau cari kerja untuk bantu orang tua, karena kondisi kehidupan orang tua yang boleh dibilang pra sejahtera,” jelas Kornelis.

“Dia berangkat hari Jumat berarti tambah ini hari sudah empat hari,” tandasnya.

Setelah beberapa hari meninggalkan rumah, korban dikabarkan hilang dan tidak bisa dihubungi.

Keluarga kemudian memutuskan untuk mencari korban di Kupang.

Namun nomor handphone korban tidak aktif hingga pihak keluarga dan perangkat desa melihat informasi di media sosial facebook tentang temuan jenazah.

Keluarga korban pun langsung ke Kupang setelah memastikan kalau itu adalah jenazah almarhumah Nona.

Penyebab kematian korban masih menjadi misteri. Dugaan sementara jenazah tersebut merupakan korban pembunuhan.

Hingga kini polisi masih berupaya menguak kasus tersebut dengan memeriksa saksi dan bukti-bukti yang ada, sebelum pihak polisi mengumumkan tersangkanya. (wil)