Polisi Rekonstruksi Pembunuhan Noni Welkis, Diawali Adegan Tinus Jemput Korban

Polisi Rekonstruksi Pembunuhan Noni Welkis, Diawali Adegan Tinus Jemput Korban

Kupang, penatimor.com – Penyidik Satreskrim Polres Kupang kembali mengelar rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan dan pencabulan terhadap Yuliani Apriani Welkis alias Noni Welkis (19), Jumat (28/5/2021) siang.

Korban Nona Welkis diketahui baru menyelesaikan pendidikannya di sekolah menengah kejuruan (SMK) tahun lalu.

Rekonstruksi langsung diperagakan oleh tersangka Yustinus Tanaem alias Tinus (42).

Sementara, korban diperankan oleh seorang polwan yang juga tim penyidik.

Reka ulang dimulai dari adegan tersangka menjemput korban di depan ruko bekas Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jalan Frans Seda, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang.

Adegan demi adegan diperankan tersangka hingga korban ditemukan meninggal dunia di lahan kosong milik PT Dewimukti, tepatnya di RT 008/RW 002, Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Mengamankan jalannya rekonstruksi, pihak Polres Kupang dibantu Satuan Brigade Mobil (Brimob) dan Tim Jatanras Polda NTT.

Diketahui bahwa tersangka Yustinus Tanaem alias Tinus nekat membunuh korban lalu menyetubuhi mayatnya.

Pelaku menikam dada kiri korban dengan pisau karena korban menolak untuk berhubungan badan.

Pantauan media ini, reka ulang kasus pembunuhan langsung dipimpin Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung, SIK., didampingi Kasat Reskrim Polres Kupang AKP Nofi Posu, SIK., serta Kapolsek Kupang Barat IPTU, Sadikin, S.Sos.

Diberitakan sebelumnya, aksi Yustinus Tanaem alias Tinus (42), pelaku pembunuhan sadis terhadap Noni Welkis, gadis (19) asal Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang menuai kutukan publik.

Bagaimana tidak, setelah membunuh, Tinus lalu meniduri mayat korban.

Pelaku menikam dada kiri korban dengan pisau karena korban menolak untuk berhubungan badan. Namun saat korban meninggal dunia, pelaku memperkosanya.

Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, SH., SIK., MH., didampingi Kasat Reskrim Polres Kupang, AKP Nofi Posu, SH., SIK., dan Kanit Jatanras Dit Reskrimum Polda NTT AKP Loresius, SH., SIK., di Mapolda NTT, Jumad (21/5) siang.

Kombes Rishian, menjelaskan bahwa awal peristiwa itu terjadi ketika Yustinus dan korban berkenalan melalui media sosial (medsos) facebook.

Dimana pelaku yang merupakan warga cabang Silu, RT 09/RW 03, Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang menggunakan akun facebook bernama Ary Tyo Tyo.

Setelah keduanya berkenalan dan menjalin komunikasi lewat messenger lalu berlanjut via whatsapp dan telepon.

Pelaku menjanjikan pekerjaan kepada korban menjadi karyawan di gudang toko Bumi Indah Osmok, Kota Kupang.

“Atas tawaran itu korban tergiur sehingga korban datang ke Kupang, saat di Kupang, pelaku menjemput korban untuk diantar ke tempat kerja,” jelas Kabid Humas.

Lanjutnya, pada Jumat (14/5/2021) pelaku menjemput korban dengan menggunakan sepeda motor di depan ruko bekas kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jalan Frans Seda, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang

Dengan berboncengan sepeda motor, pelaku dan korban menyusuri Jalan El Tari dan ke Bakunase, Kota Kupang hingga Kelurahan Batakte, Kecamatan Barat, Kabupaten Kupang.

Dalam perjalanan korban dirayu dan dibujuk untuk berhubungan badan sebagai balasan karena sudah dicarikan pekerjaan oleh pelaku.

Setelah tiba di Batakte, pelaku memarkir sepeda motor jauh dari pemukiman warga. Ia berpura-pura akan mengunjungi temannya yang ada di sana.

Namun ditempat yang sepi di lahan milik PT Dwi Mukti Graha Elektrindo, lalu ia mengajak korban bersetubuh, namun korban menolak dan hendak melarikan diri.

Saat itulah pelaku mengambil pisau yang dibawa dan mengancam membunuh korban jika menolak.

Pelaku kemudian mencekik leher korban dan membuka paksa celana korban. Namun korban melawan dan mencakar leher serta kemaluan pelaku.

Karena terbawa emosi dan nafsu, pelaku lalu membanting korban dan menikam korban dengan pisau di dada korban satu kali sehingga korban meninggal dunia.

“Saat korban meninggal dunia, pelaku mempekosa jenasah korban, pelaku juga mengambil uang dan handphone korban serta meninggalkan mayatnya,” urai Kombes Rishian. (wil)