Anggota TNI Asal NTT Tewas Dibunuh di Papua, Jenazah Tiba di Malaka

Anggota TNI Asal NTT Tewas Dibunuh di Papua, Jenazah Tiba di Malaka

Kupang, penatimor.com – Sudah cukup banyak putra NTT di kesatuan TNI-Polri yang bertugas di Papua menjadi korban keganasan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kabar duka itu pun datang lagi. Prada Ardi Yudi Ardiyanto tewas dibunuh saat melaksanakan tugas di wilayah pedalaman Papua. Senjatanya dirampas para pelaku.

Jenazah Prada Ardi Yudi Ardiyanto telah tiba di kampung halamannya, RT 001/RW 002, Dusun Tubaki, Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Kamis (20/5/2021).

Almarhum merupakan personel Yonif Linud 432 Kostrad yang tewas akibat diserang oleh orang tak dikenal (OTK) saat melaksanakan pembangunan talut di Kali Braga, Dekai, Papua.

Sebelumnya, jenazah tiba di Bandara El Tari Kupang sekira pukul 06 40 Wita dengan penerbangan pesawat Batik Air ID 6540.

Sekira pukul 08.17 Wita, jenazah pria 24 tahun itu diberangkatkan dari terminal Cargo Bandara El Tari menuju rumah duka di Malaka.

Prada Ardi Yudi Ardiyanto meninggal dunia dalam jabatan sebagai Tabakpan-2Pok-1/Ru-2/III/Kipan-C, Kesatuan Yonif Para Raider 432/WSJ/3/3 Kosrad.

Pria yang lahir di Ainaro, 2 Mei 1999 itu meninggal dalam tugas operasi di Papua.

Jenazah diantar langsung Pasimin Log Yonif Para Reder 432/WSJ Lettu Inf Juniarta M.

Turut menjemput di Cargo Bandara El Tari Kupang Danden Pom Kupang, Pasi Pers Korem 161/Ws, Pasi Pers Kodim 1604/Kupang, Dandramil 1604-07 Alak serta pengusung peti jenazah dari anggota Kodim 1604/Kupang.

Jenazah diberangkatkan ke Malaka menggunakan mobil ambulance RST Wirasakti dan dikawal oleh anggota Den Pom Kupang.

Sekadar tahu, jenazah Prada Ardi diterbangkan dari Jayapura ke Kupang menggunakan pesawat Batik Air ID6183Y dengan estimasi waktu tempuh 16 jam penerbangan.

Jenazah diterbangkan dari Jayapura pada Rabu (19/5/2021) pukul 15.05 WIT menuju Bandara Hassanudin Makassar yang direncanakan tiba pukul 17.30 WITA untuk transit.

Selanjutnya pada pukul 19.30 WITA, jenazah akan diberangkatkan dari Makassar menuju Jakarta menggunakan pesawat Batik Air ID6231Q yang akan tiba pukul 20.50 WIB untuk transit kedua.

Selanjutnya pada Kamis (20/5/2021) pukul 03.00 WIB jenazah diberangkatkan menuju Kupang dengan menggunakan pesawat Batik Air ID6540T yang direncanakan tiba di Kupang pukul 07.00 WITA.

Prosesi penjemputan jenazah di Bandara El Tari Kupang dilakukan secara militer.

Dari Bandara El Tari Kupang jenazah akan langsung dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Malaka.

Jenazah Praka M. Alif Nur Angkotasan (30) dan Prada Ardi Yudi Ardiyanto (24) dievakuasi dari Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo ke Sentani, Papua.

Dua personel Yonif Linud 432 Kostrad itu terbunuh akibat diserang oleh orang tak dikenal (OTK) saat melaksanakan pembangunan talut di Kali Braga, Dekai. Keduanya dikeroyok.

Jenazah kedua personel TNI itu setibanya di Bandara Sentani langsung diterbangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan mengatakan jenazah Praka Alif akan dibawa ke Ambon sedangkan Prada Ardi Yudi ke Kupang.

“Belum dipastikan kelompok mana yang melakukan penyerangan dan menganiaya kedua personel TNI,” kata Brigjen TNI Pangemanan, Rabu (19/5/2021).

Dalam kejadian tersebut, dua pucuk senjata milik personel TNI yang meninggal dunia tersebut juga hilang.

Danrem mengatakan pihaknya sudah minta bantuan pemda dan gereja serta tokoh masyarakat di Yahukimo agar dua pucuk senpi beserta amunisi yang diambil OTK dikembalikan.

“Mudah-mudahan berbagai upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil dan senpi serta amunisi yang diambil dikembalikan sebelum disalahgunakan,” harap Brigjen TNI Izak Pangemanan.

Sekadar tahu, prajurit TNI Prada Ardi Yudi Ardianto meninggal dunia usai menjadi korban penyerangan orang tak dikenal (OTK) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Selasa (18/5/2021).

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudusy membenarkan adanya penyerangan oleh OTK tersebut.

“Saya membenarkan kejadian itu (penyerangan),” kata Iqbal ketika dikonfirmasi.

Menurut dia, pelaku menyerang menggunakan senjata tajam. Kasus ini pun tengah ditangani petugas. “Memakai senjata tajam (menyerang TNI),” tambah Iqbal.

Serangan OTK itu juga mengakibatkan satu personel TNI lainnya Praka Alif mengalami kritis dan akhirnya meninggal dunia.

Namun, saat ini aparat gabungan TNI-Polri sudah melakukan evakuasi dan melakukan penyisiran pasca kejadian itu.

Dari informasi yang dihimpun, kedua senjata milik korban tersebut dibawa lari oleh pelaku. (wil)