SADIS! Gegara Mabuk Miras, Pria di NTT Tewas Dibacok Temannya hingga Dada Terbelah

SADIS! Gegara Mabuk Miras, Pria di NTT Tewas Dibacok Temannya hingga Dada Terbelah

Bajawa, penatimor.com – Kasus dugaan pembunuhan kembali terjadi wilayah Provinsi NTT.

Lagi-lagi karena dipengaruhi minuman keras (Miras).

Akibat mengonsumsi miras, seorang pria dibacok dengan parang hingga dada terbelah.

Pada saat itu korban dan pelaku sama-sama mabuk karena mengonsumsi miras.

Peristiwa ini terjadi di halaman depan rumah Jemy Doko di Kampung Sabu, Kelurahan Aimere, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, NTT, Rabu (28/4/2021) petang sekitar pukul 17.00 Wita.

Korban tewas yakni Yeri Dima (45), petani asal Kampung Sabu, Kelurahan Aimere, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada.

Korban dibunuh oleh Beni Pole (45), warga RT 01/RW 01, Dusun Sukamaju, Desa Aimere Timur, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada.

SADIS! Gegara Mabuk Miras, Pria di NTT Tewas Dibacok Temannya hingga Dada Terbelah
Pelaku pembunuhan, Beni Pole.

Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Ray Artika, SH., yang dikonfirmasi Kamis (29/4/2021) mengakui kalau tindak pidana penganiayaan mengakibatkan orang mati berawal sekitar pukul 06.00 Wita, berlangsung acara tolak perahu sampan milik Jemi Doko dari rumah Jemi Doko menuju ke pantai yang jarak sekitar 500 meter.

Kegiatan tolak perahu tersebut mengikut sertakan korban, pelaku dan beberapa warga, oleh karena mereka merupakan teman dekat seharian yang sering melaksanakan pekerjaan di masyarakat secara bersamaan.

Setelah perahu sampai di pantai, pelaku, korban dan para rekan yakni Jemi Doko (37), Maksi Tuga alias Ma’i (45), Roni Doko (45) dan Kristian Dida alias Wadu (33) kembali ke rumah Jemi Doko untuk makan bersama dan meneguk minuman alkohol (moke).

Korban, pelaku dan Roni Doko duduk bersama di bale-bale bambu di depan rumah Jemi Doko, sementara ma’i, Wadu dan Jemi sedang bakar ikan yang jarak sekitar 2 meter.

Pelaku rupanya tersinggung dengan ucapan dan candaan korban hingga pelaku pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 30 meter.

Selang beberapa menit kemudian pelaku datang dengan membawa parang.

Korban kaget melihat pelaku membawa parang dan menanyakan apakah pelaku hendak membunuhnya.

Korban bertanya sambil mengambil balok yang ada di sampingnya dalam posisi berdiri.

Korban kemudian memukul pelaku dengan menggunakan balok namun pelaku menghindar.

Pelaku kemudian mengayunkan parang mengenai dada korban yang mengakibatkan korban mengalami luka terbelah pada bagian dada.

Akibat dari tebasan parang tersebut membuat korban terjatuh.

Korban sempat dibawa ke Puskesmas Aimere, Kabupaten Ngada oleh warga yang lain.

Setelah tiba di puskesmas Aimere dilakukan tindakan medis dan korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Pasca menerima laporan, polisi mendatangi lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Kita mengamankan pelaku ke Polsek Aimere kemudian dibawa ke Mapolres Ngada untuk proses hukum lebih lanjut bersama barang bukti parang milik pelaku,” tandas Kasat Reskrim Polres Ngada.

Kepada pelaku, polisi menjerat dengan Pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (wil)