Pelaku Pembunuhan Sadis di Kupang Mengaku Dendam terhadap Korban

Pelaku Pembunuhan Sadis di Kupang Mengaku Dendam terhadap Korban

Kupang, penatimor.com – Penyidik Unit Reskrim Polsek Oebobo, Polres Kupang Kota terus mendalami motif pembunuhan terhadap Pelipus Nifeto (21), warga Kelurahan Naikoten 1, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang yang terjadi pada (28/4/2021) pagi.

Informasi sementara yang dihimpun media ini, menyebutkan, pelaku Eliaser Sae (50), nekat menghabisi nyawa korban yang adalah tetangga kost nya karena dendam.

Disebutkan bahwa pelaku menaruh dendam, dimana sebelumnya pelaku sakit hati dan marah, karena korban terlebih dahulu mengancam pelaku akan dibunuh.
Pelaku dan korban tidak ada hubungan keluarga.

Korban juga baru seminggu tinggal di kost yang juga ditempati pelaku. Pelaku juga sebelumnya tidak mengenal korban.

Kost tersebut milik saudara sepupu pelaku, sedangkan pelaku hanya tinggal dan menjaga.

Disebutkan juga bahwa selama korban tinggal di rumah kost tersebut, korban selalu mengambil daun pepaya dan buahnya untuk dimakan, tetapi tidak pernah memberitahu pelaku, padahal pelaku yang menjaga tempat tersebut.

“Korban juga selama tinggal di kost, tidak pernah tegur saya, dan merasa diri sombong, sehingga saya merasa dendam dengan korban,” ungkap pelaku ketika diwawancara awak media ini di Mapolsek Oebobo.

Karena dendam dan sakit hati, sehingga pelaku nekat membunuh korban dengan mengunakan sebilah parang.

Korban ditemukan tewas dengan lima luka bacok di tubuh korban.

Setelah membunuh korban, pelaku langsung menyerahkan diri kepada pihak kepolisian di Polda NTT.

Setelah pelaku menyerahkan diri, pihak Polda NTT langsung berkoordinasi dengan pihak Polsek Oebobo Polres Kupang Kota untuk diamankan.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P.T. Binti, SIK., kepada media ini (28/4/2021) siang, mengatakan, pelaku sudah diamankan di Mapolsek Oebobo, untuk dilakukan penyelidikan lanjutan.

Pihak kepolisian juga telah mengamankan barang bukti berupa sebilah parang yang digunakan pelaku untuk melakukan pembunuhan.

Informasi dihimpun media ini, jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk dilakukan autopsi.

Jenazah korban juga rencananya akan dibawa ke kampung halaman di Desa Kolbano, Kabupaten TTS untuk dikebumikan. (wil)