Korupsi Proyek Jembatan Torate, Jaksa Tangkap Cristian Andi Pelang

Korupsi Proyek Jembatan Torate, Jaksa Tangkap Cristian Andi Pelang

Palu, penatimor.com – Cristian Andi Pelang (CAP), tersangka kasus dugaan korupsi pekerjaan penggantian Jembatan Torate CS, akan ditahan selama 20 hari kedepan.

CAP ditangkap di sebuah restoran daerah senayan oleh tim gabungan Kejati Sulteng, Kejari Jakarta Pusat, Kejati DKI Jakarta dan Satgas Korsup Wilayah IV KPK sekitar pukul 13.30 WIB, Rabu (23/3/2021).

”Terhadap tersangka ini akan dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan, guna penyelesaian perkara selanjutnya,” kata

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Mochamad Jefry yang turut didampingi Asintel Rachmat Supriady, Koordinator Akbar Yahya, Kasi Penyidikan Welang, Kasi Eksekusi Eka di sela-sela penjemputan CAP di Bandara Mutiara Sis Aljufri Kota Palu, Kamis (25/3/2021).

Korupsi Proyek Jembatan Torate, Jaksa Tangkap Cristian Andi PelangSuami dari Serly selaku Kuasa Direktur PT Mitra Aiyangga Nusantara ini ditetapkan sebagai tersangka sejak 2019, dan dinyatakan DPO Juni 2019.

Aspidsus Kejati Sulteng, Mochamad Jefry mengatakan, pihaknya melakukan penjemputan terhadap tersangka DPO, untuk dibawa ke kantor Kejati guna proses selanjutnya.

”Bagi para pelaku koruptor lainnya, tidak ada tempat bersembunyi. Dimanapun akan kami kejar, ” tukasnya.

Kasus ini berawal 2018, Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Wilayah Sulawesi Tengah melaksanakan pekerjaan pengganti Jembatan Torate Cs pagu anggaran Rp 18 miliar bersumber dari APBN.

Pekerjaan Torate Cs yakni, ruas jalan Tompe- Pantoloan yaitu , jembatan Torate panjang 9,60 meter, nominal Rp 3,6 miliar, jembatan Laiba panjang 6,80 meter, nominal Rp 3,2 miliar, jembatan Karumba V, panjang 6,80 meter, nominal Rp 2,9 miliar, jembatan Labuan II, panjang 6,80 meter nominal Rp 3,6 miliar.

Pemenang lelang pekerjaan Jembatan Torate adalah PT Mitra Aiyangga Nusantara dengan nilai kontrak Rp 14,9 miliar.

Pekerjaan ini dilaksanakan oleh Serly selaku kuasa Direktur PT Nusantara. Pekerjaan tersebut terhenti dan diambil alih oleh Moh. Masnur untuk melanjutkan progres yang ada. Namun pekerjaan tidak selesai karena tidak dilaksanakan sesuai jadwal.

Pada 21 Desember 2019, dibuatlah berita acara pemeriksaan ditandatangani Alirman selaku PPK, NGJ selaku konsultan pengawas dengan merekayasa pekerjaan tersebut jika realisasi pekerjaan telah mencapai 28,5 persen.

Faktanya tidak sesuai kondisi di lapangan, menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,8 miliar.

Dalam kasus dugaan korupsi ini empat lainnya sudah menjalani putusan Pengadilan, yakni Serly selaku kuasa Direktur PT Mitra Aiyangga Nusantara, divonis  4 tahun dan 6 bulan penjara.

Moh. Masnur selaku Direktur PT Mitra Aiyangga, NgJ selaku konsultan pengawas, Alirman selaku pejabat pembuat komitmenl, masing-masing divonis 1 tahun dan 6 bulan penjara, serta masing-masing membayar denda dan uang pengganti. (*/eti)