UTAMA  

Diduga Akibat Pengisian Air Tangki, Sumur Warga Batuplat Kering dan Berlumpur

Diduga Akibat Pengisian Air Tangki, Sumur Warga Batuplat Kering dan Berlumpur

Kupang, penatimor.com – Diduga akibat aktivitas usaha pengisian air tangki di Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang, memicu keluh kesah warga sekitar lantaran sulitnya pasokan air bersih.

Sesuai informasi yang dihimpun media ini, keresahan warga diakibatkan aktivitas pengisian mobil tangki air yang melewati waktu operasi.

Hal tersebut pun membuat sumur warga di lokasi itu menjadi kering dan berlumpur.

“Sehingga untuk kebutuhan air bersih sehari-hari kami warga sangat sulit mendapatkan,” ujar EB (32) kepada media ini, Kamis (5/11) sore.

Ia melanjutkan, bahwa dampak operasi pengisian air tangki itu, saat ini sejumlah sumur gali milik warga Kelurahan Batuplat, airnya keruh dan berlumpur, bahkan ada sumur yang kering.

Diduga Akibat Pengisian Air Tangki, Sumur Warga Batuplat Kering dan Berlumpur
Aktivitas pengisian air tangki di Kelurahan Batuplat.

Sekarang sumurnya sering sekali. Kering sejak adanya aktifitas usaha pengisian air, sebab usaha air tangki itu mengambil air dari bawah tanah.

Tak hanya EB, tetapi para tetangga sekitarnya pun mengalami hal yang sama.

Hal ini disebabkan karena di lokasi tersebut ada sebanyak tujuh titik tempat pengisian air tangki, dimana beroperasi selama 1 x 24 jam, dengan kapasitas mesin penyedot air berskala besar.

Sehingga dampak berkurangnya air pada sumur milik warga Batuplat ini dirasakan warga pada wilayah RT 11, 12, 13, 18, dan RT 19, dimana air sumur berkurang, kering serta berlumpur.

Ia juga mempertanyakan apakah pengusaha pengisian air tangki ini memilki izin atau tidak.

“Saat ini kami juga mengerti bahwa untuk wilayah kota dalam musim kemarau. Tetapi kami berharap agar tempat usaha pengisian air ini waktu pengisian air dibatasi pada sore saja, Sehingga malam, air bisa tertampung sehingga sumur warga tidak kering dan berlumpur,” tandasnya.

Sementara, Lurah Batuplat, Jerimot Oktovianus, yang dikonfirmasi, mengatakan bahwa untuk saat ini sudah ada keluhan dari warga sekitar yang sumurnya kering dan berlumpur akibat aktivitas pengisian air tangki.

“Dengan keluhan warga, sudah kami lakukan rapat bersama para RT/RW setempat dan pemilik usaha pengisian air, tetapi belum ada kesepakatan,” kata Jerimot.

“Dalam waktu dekat kita akan lakukan pertemuan dan saya akan membuat surat agar aktivitas pengisian air bisa dikurangi,” pungkasnya. (wil)