PTUN Kupang Tolak Gugatan Terkait Sengketa Lahan Perumahan Pondok Indah Matani

PTUN Kupang Tolak Gugatan Terkait Sengketa Lahan Perumahan Pondok Indah Matani

Kupang, penatimor.com – Sidang putusan sengketa lahan perumahan Pondok Indah Matani yang dibangun oleh PT Sejahtera Group yang berlokasi di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang digelar di PTUN Kupang ,Senin (3/9/2020).

Sidang berdasarkan gugatan Nomor:
01/G/2020/PTUN-KPG tanggal 3 Agustus 2020, antara pengugat ahli waris Hermanuel Y. Sabaat dan tergugat BPN Kabupaten Kupang, dan Bobby Lianto sebagai pemilik perumahan Pondok Indah Matani sebagai intervensi.

Amar putusan majelis hakim mengadili dengan eksepsi, menerima dengan eksepsi tergugat II, intervensi dengan pokok perkara menolak gugatan untuk seluruhnya.

Sehingga untuk seluruh gugatan ahli waris Harmanuek Y. sabaat ditolak majelis hakim, dan menghukum pengugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 8.406.000.

Majelis hakim menolak gugatan penggugat karena sudah kadaluarsa atau lampau waktu.

Dengan putusan perkara ini, adapun sebanyak 12 gugatan yang masukan, tetapi sudah mereka cabut kembali.

Sidang putusan ini dipimpin oleh majelis hakim Mariana Ivan, majelis anggota, Simson Seran dan Prasetio Wibowo.

Hal ini disampaikan kuasa hukum Samuel Ahad, SH., didampingi Bobby Lianto, dalam jumpa pers , Kamis (18/9) siang.

Bobby Lianto menjelaskan bahwa dengan putusan perkara, dengan menolak seluruh gugatan pengungat dan dinyatakan kadaluarsa, setidaknya sudah bisa menenangkan sebanyak 750 warga yang sedang menempati perumahan Pondok Indah Matani.

Sehingga dengan putusan ini, warga perumahan Pondok Indah Matani bisa lebih tenang, sebab perumahan yang sudah 11 tahun dimiliki tersebut sudah ditempati 9 tahun lalu.

“Karena dalam membangun suatu perumahan bukan hanya asal-asal saja, tetapi harus ada izin prinsip lokasi, Amdal UPl, UKL dan semua itu sudah kita laksanakan,” kata Bobby.

“Malahan untuk Andal UPL dan UKL ditandatangani oleh seluruh masyarakat di sekitar lokasi perumahan, dan termasuk beberapa saksi juga yang dihadirkan dalam persidangan ikut menandatangani,” tutupnya. (wil)