Pengemudi Pikap di Kupang Diduga Ditembak OTD di Jalur 40

Pengemudi Pikap di Kupang Diduga Ditembak OTD di Jalur 40

Kupang, penatimor.com – Seorang warga Kota Kupang menjadi korban dugaan penembakan oleh orang tidak dikenal (OTD).

Korban bernama Rocky Contamsis Radja (24), warga Jalan Kedondong, RT 11/RW 05 Kelurahan Oepura Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Kasus dugaan penembakan terhadap korban terjadi di Jalur 40, berdekatan dengan Perumahan Seribu, Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Jumat (15/11), sekitar pukul 20.00 Wita.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana PT Binti, SIK., melalui Kasat Reskrim Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH., yang dikonfrimasi di ruang kerjanya, Senin (18/11) siang tadi, membenarkan laporan tersebut.

Dijelaskan Kasat, menurut keterangan korban, saat itu dia sedang mengemudi mobil pikap miliknya dengan nomor polisi DH 8468 AC yang bergerak dari arah Kelurahan Sikumana menuju Perumahan Seribu di Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak.

Pengemudi Pikap di Kupang Diduga Ditembak OTD di Jalur 40

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), mobil korban berpapasan dengan satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih, yang tidak mengetahui nomor polisinya.

Seketika korban mendengar suara dan menembus kaca mobil belakang, sehingga korban juga merasa perih di kepala bagian kiri.

Sambung Kasat, karena merasa ketakutan, korban tidak memberanikan diri untuk memberhentikan mobilnya, tetapi langsung melanjutkan perjalanan ke rumahnya.

Namun setiba di rumah, korban diberitahukan oleh temannya, Rahman (40) bahwa kepala korban luka dan mengeluarkan darah, saat itupun korban terjatuh dari teras rumah.

Akibat kejadian tersebut, korban dilarikan ke Rumah Sakit RSB Titus Uly Kupang untuk mendapat penanganan medis.

Korban juga sudah melaporkan kejadian ini di SPKT Polres Kupang Kota. Polisi juga sudah melakukan visum luar terhadap luka yang dialami korban.

“Kita juga sudah melakukan pemeriksaan satu orang saksi bernama Aldi Rahman. Untuk sementara kasus ini masih dalam lidik, sehingga kita belum bisa pastikan apakah kejadian tembakan atau bukan,” pungkas Kasat Reskrim. (wil)