Lukas Manutede Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Naibonat

Lukas Manutede Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Naibonat

Kupang, penatimor.com – Lukas Manutede (60), warga Tatelek RT 05/RW 02 Dusun II Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas bersimbah darah, Senin (18/11/2019).

Penemuan ini menghebohkan warga di RT 11/RW 05 Kelurahan Naibobat Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.

Korban Lukas Manutede yang sudah belasan tahun berpisah dari istrinya Naomi Viktoria Manutede-Nara selama ini menjaga rumah milik Edison Mangi.

Korban pertama kali ditemukan Fredik Elias Mangi, anak kandung pemilik rumah, Edison Mangi di RT 11/RW 05, Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Senin (17/11/2019) sekitar Pukul 07.26 Wita, saat ia masuk di pintu rumah karena mencium bau amis.

Fredik Elias Mangi bersama istrinya dan salah seorang pendeta masuk ke dalam rumah dan melihat darah serta kondisi korban Lukas Manutede yang selama ini menjaga rumah sudah tewas.

“Kami kaget dan tidak tahu alasan soal kematian korban Lukas. Selama ini Lukas orangnya baik. Kami sekeluarga terakhir bertemu korban pada Jumat (14/11/2019) dan tidak cerita apa-apa. Dia selama ini biasa dalam rumah saja,” urai Fredrik.

Rumah milik Edison Mangi di RT 11/RW 05, Kelurahan Naibonat Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang mendadak ramai didatangi warga pasca mendapat kabar ini.

Aparat Kepolisian dari Polsek Kupang Timur dan Polres Kupang mendatangi rumah yang berada di pinggir Jalan Timor Raya ini. Kehadiran warga karena ada kejadian penemuan mayat penjaga rumah Lukas Manutede.

Korban, Lukas Manutede ditemukan tewas di dapur rumah tersebut dan belum diketahui penyebab kematian korban.

Fredik Elias Mangi, anak kandung pemilik rumah Edison Mangi, ketika ditemui di lokasi kejadian menuturkan, selama ini Lukas diminta ayah kandungnya menjaga rumah.

Mereka semua selama ini berada di Kupang. Tetapi setiap hari, kata Fredik, dirinya selalu singgah melihat rumah dan bertemu korban.

“Kalau ke Oelamasi, saya selalu singgah lihat rumah sekaligus tanya keadaan korban Lukas. Tadi pagi sekitar Pukul 07.26 Wita sebelum ke kantor bupati Kupang, saya dengan istri singgah. Saya masih dalam mobil, istri saya yang turun lihat rumah. Waktu masuk, ada lihat darah di ruang makan dan lihat di dapur korban Lukas sudah meninggal,” jelasnya.

Istrinya Fredrik, kemudian keluar memberitahukam kepada Fredik dan Fredik bersama tetangga meminta bantuan menelepon polisi dan polisi langsung datang memasang garis polisi.

Kapolsek Kupang Timur, Ipda Ferry A saat ditemui di rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang mengakui kalau ada sejumlah luka pada wajah korban.

Namun untuk penanganan lebih lanjut diserahkan ke penyidik Sat Reskrim Polres Kupang.

“Pihak Polres Kupang sudah olah tempat kejadian perkara dan jenasah kita evakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk visum,” tambah Kapolsek Kupang Timur. (mel)