UTAMA  

Kaum Bapak Sinode GMIT Deklarasi Program “Gemage” di Jemaat Talaka-Fatukoa

Kaum Bapak Sinode GMIT Deklarasi Program "Gemage" di Jemaat Talaka-Fatukoa

Kupang, penatimor.com – Persekutuan Kaum Bapak (PKB) Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) mendeklarasikan Program Gerakan Masuk Gereja (Gemage).

Kegiatan yang dilaksanakan di Jemaat GMIT Istana Kasih Talaka, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Ketua PKB Sinode GMIT, Dr. Rodialek Pollo dan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirston Riwu Kore juga turut mengikuti kebaktian ibadat pagi yang dipimpin Ketua Majelis Jemaat GMIT Istana Kasih Talaka, Pdt. Marthelda Wila Kore – Taopan, Minggu (24/11).

Setelah mengikuti kebaktian pagi, pengurus PKB Sinode GMIT dan kaum bapak dari Jemaat Talaka Fatukoa mendeklarasi sejumlah hal yang berkaitan dengan keterlibatan kaum bapak dalam berbagai kegiatan gereja, tanggung jawab kaum bapak dalam keluarga dan tanggung jawab kaum bapak di bidang lingkungan.

Deklarasi ini juga sekaligus peluncuran Program Gemage dipimpin oleh Sekretaris PKB Sinode GMIT, Haris Oematan yang juga membacakan isi deklarasi dan diikuti seluruh kaum bapak yang hadir dalam kebaktian pagi.

Kaum Bapak Sinode GMIT Deklarasi Program "Gemage" di Jemaat Talaka-Fatukoa

Deklarasi juga ditandai dengan penyerahan prasasti Gemage oleh Wali Kota Kupang kepada Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Marthelda Wila untuk berdiri, membacakan isi deklarasi dan diikuti seluruh kaum bapak yang hadir.

Kebaktian minggu pagi ini merupakan minggu terakhir pelayanan Bulan Lingkungan GMIT sepanjang Bulan November.

Pada kesempatan ini juga Wali Kota Jefirston Riwu Kore, menyerahkan anakan pohon kepada kaum bapak, jemaat Talaka Fatukoa yang mana sejalan dengan Program Pemerintah Kota Kupang “Kupang green and Clean”.

Ketua PKB Sinode GMIT, Rodialek Pollo, dalam pesannya, mengatakan sejumlah program diluncurkan PKB Sinode GMIT berkaitan dengan keprihatinan akan minimnya keterlibatan kaum bapak dalam berbagai kegiatan gereja, di antaranya, yang paling sederhana adalah menghadiri ibadah-ibadah di gereja atau dalam ibadah rumah tangga.

Untuk itu, PKB Sinode GMIT, meluncurkan program Gemage, kemudian Program Gerakan Mengantar Anak ke Sekolah Minggu disingkat Gemalagu, dan terakhir Program Satu Bapak Satu Pohon disingkat G-Sapa Sapo.

Pada kesempatan ini juga Wali Kota Kupang Jefirston Riwu Kore, menyambut baik sejumlah program PKB Sinode GMIT yang bertujuan menggerakan kaum bapak untuk terlibat aktif dalam pembangunan kehidupan bergereja, berkeluarga, dan dalam bidang pelestarian lingkungan.

Program PKB Sinode GMIT ini juga bisa disinergikan dengan program Pemerintah Kota Kupang, di antaranya dalam hal menanam pohon, yakni Program Kupang Hijau yang akan mewajibkan menanam satu pohon bagi keluarga, rumah tangga, gereja, sekolah, kantor, komunitas, badan usaha, toko, hotel dan lembaga-lembaga lainnya.

Kaum Bapak Sinode GMIT Deklarasi Program "Gemage" di Jemaat Talaka-Fatukoa

Sementara, Ketua Majelis Jemaat GMIT Talaka, Pdt. Marthelda Wila Kore – Taopan, menyampaikan terima kasih kepada PKB Sinode GMIT dan Wali Kota Kupang telah menjadi bagian dari pembangunan Jemaat Talaka.

Secara khusus, terima kasih disampaikan kepada Wali Kota yang telah berjanji untuk membantu Jemaat Talaka yang sedang membangun fisik gedung kebaktian baru yang lebih besar kapasitas.

“Kiranya Wali Kota juga bisa meningkatkan akses jalan agar diaspal menuju wilayah Talaka, Kelurahan Fatukoa. Ruas jalan menuju Talaka, yang berbatasan dengan Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, sebagian besar rusak parah dan sebagian lagi hanya pengerasan sertu,” sebut Pdt. Marthelda.

Ketua PKB Jemaat Talaka Fatukoa Joni Tobe, berterima kasih dan gembira atas program PKB Sinode GMIT yang dilakukan, sedangkan untuk Program Gemage, telah membawa perubahan besar bagi kaum bapak Jemaat Talaka, yang sudah mulai aktif dalam kegiatan-kegiatan peribadahan di gereja dan rayon, serta kegiatan penggalian dana untuk aneka kebutuhan pelayanan gereja.

Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan penanaman pohon dan penempatan prasasti di halaman depan gedung kebaktian, serta bazar aneka hasil pertanian dan peternakan Jemaat Talaka Fatukoa. (Paul Bolla/wil)