Jelang Natal, Asosiasi Penjagal Sapi di Kupang Komit Sediakan Daging Berkualitas

  • Bagikan
Jelang Natal, Asosiasi Penjagal Sapi di Kupang Komit Sediakan Daging Berkualitas

Kupang, penatimor.com – Jelang hari raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Asosiasi Penjagal dan Penyedia Daging Sapi di Kota Kupang siap menyediakan daging berkualitas.

Sebagai salah satu wadah yang memiliki aktivitas pemotongan hewan, asosiasi yang diketuai Markus Ndun ini mengajak seluruh penjagal, baik yang tergabung dalam asosiasi maupun di luar asosiasi, untuk berkomitmen mematuhi segala peraturan dalam melakukan pemotongan hewan dengan selalu memanfaatkan RPH yang resmi di Kota Kupang.

“Hal ini penting agar dapat menyediakan daging sapi yang layak konsumsi, sebab dengan adanya penyediaan daging yang berkualitas juga bisa meningkatkan gizi masyarakat di Kota Kupang,” kata Markus Ndun kepada wartawan di Kupang, Senin (25/11).

Markus melanjutkan, dari RPH daging akan disebarkan oleh pedagang ke mana-mana, untuk itu harus baik cara jagalnya.

“Dengan mengindahkan peraturan maka akan dapat menyediakan daging bermutu guna memenuhi kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Terpisah, dokter hewan pada Dinas Peternakan Provinsi NTT Drh. Hendrina, mengatakan, pemotongan hewan yang dilakukan di RPH resmi akan mendapatkan pemeriksaan sebelum dilakukan pemotongan oleh dokter hewan guna menghindari adanya virus maupun bakteri berbahaya yang disebabkan oleh hewan yang menghidap satu penyakit.

Tahapan ini menurut Hendrina, merupakan bentuk pengawasan melekat guna menghindari tersebarnya penyakit serta untuk mempertahankan kualitas daging yang diperdagangkan.

Dijelaskan, hewan sapi yang diperbolehkan untuk dilakukan pemotongan adalah sapi jantan, sedangkan untuk sapi betina dapat dilakukan pemotongan jika sapi dimaksud sudah tidak produktif lagi yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter hewan bahwa sapi betina dimaksud tidak produktif lagi.

“Untuk para penjagal di setiap rumah potong hewan (RPH) sebelumnya telah diberikan Bimtek, dengan tujuan agar dalam melakukan aksi penjagalan sesuai dengan tata cara yang baik, agar bisa menghasilkan daging berkualitas,” pungkas Drh. Hendrina. (wil)

  • Bagikan