HUKRIM  

Lupa Kartu ATM, Rekening Dibobol, Jutaan Rupiah Melayang

Lupa Kartu ATM, Rekening Dibobol, Jutaan Rupiah Melayang

Kupang, penatimor.com – Nasib apes dan sial dialami Vicky Krisna Ndun (26). Warga Jalan Swakarya III/3, RT 13/RW 03, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, kehilangan uang di rekeningnya.

Seorang yang tak dikenal diduga telah membobol uang dalam rekening Vicky saat Vicky lupa kartu ATM di sebuah mesin ATM.

Peristiwa ini terjadi di mesin ATM Bank BNI Kupang yang terletak di Jalan A. Nisnoni tepatnya di depan warung makan Se’i Kelurahan Bakunase I Kecamatan Kota Raja Kota Kupang akhir pekan lalu.

Kasus ini dilaporkan korban ke polisi di Polsek Oebobo, Polres Kupang Kota, pada Sabtu (20/7) siang sekitar pukul 11.00 wita.

Awalnya pada Kamis (18/7) malam sekitar pukul 19.00 wita, korban ke ATM menarik uang Rp 1.500.000. Usai transaksi penarikan korban langsung pulang ke rumah dan lupa mengambil kembali kartu ATM di mesin ATM.

Keesokan harinya, Jumat (19/7), korban hendak membayar kredit rumah. Ia hendak mentransfer uang melalui aplikasi M-Bangking.

Namun setelah dicek saldo uang hanya tersisa Rp 19.000.
Korban awalnya menduga pengurangan saldo rekening akibat jaringan sedang terganggu.

Korban hendak mengambil kartu ATM di dalam dompet, namun tidak ditemukan kartu ATM. Korban mencari-cari kartu ATM miliknya tetapi tidak ditemukan.

Ia mulai mengingat kembali mengenai kartu ATM nya. Korban kemudian mengecek transaksi melalui sistem M-Banking pada tanggal 18 Juli 2019.

Dari situ termonitor kalau korban melakukan transaksi pukul 18.58 wita.
Menjelang 3 menit kemudian atau sekitar pukul 19.01 wita ada transaksi penarikan lagi dengan jumlah sebesar Rp. 2.500.000 sebanyak dua kali.

Total penarikan uang sebanyak Rp 5.000.000 yang sebenarnya tidak dilakukan korban. Kemudian di mesin ATM lain juga ada penarikan lagi dengan jumlah uang sebesar Rp 100.000.

Sehingga total jumlah penarikan uang yang di tarik oleh orang/pelaku yang tak dikenal sebesar Rp 5.100.000.

Heran dengan kehilangan uang dalam rekeningnya, maka pada Sabtu (20/7) pagi sekitar pukul 09.00 wita, Korban pergi Kantor Bank BNI Cabang Kuanino dan kemudian bertemu petugas Bank BNI.

Korban menceritakan kejadian tersebut. Petugas bank BNI menjelaskan bahwa memang benar pada tanggal 18 Juli 2019 sekitar pukul 19.01 wita ada dua kali transaksi penarikan uang sebesar Rp. 5.000.000.

Kemudian sekitar pukul 19.08 wita ada penarikan uang lagi di Mesin ATM lain sebesar Rp 100.000.

Petugas Bank BNI pun menyarankan kepada korban untuk melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian untuk dilakukan proses hukum.

Kepada polisi di Polsek Oebobo, korban mengaku kalau pada saat korban selesai melakukan transaksi penarikan uang di mesin ATM BNI, korban lupa mengambil kartu ATM di mesin ATM.

Pada saat korban keluar dari mesin ATM, ada seorang perempuan yang antri dan hendak menarik uang di mesin ATM yang sama.

Korban juga mengaku kalau nomor Pin pada kartu ATM milik korban menggunakan nomor Pin standar yakni 123456.

Pihaknya menduga, perempuan yang hendak menarik uang pada mesin ATM yang sama, yang tidak dikenali korban, masuk ke dalam mesin ATM dan kemudian melihat kartu ATM milik Korban yang tertinggal di mesin ATM.

Diduga perempuan tersebut mencoba melakukan penarikan dengan menggunakan nomor pin standar tersebut dan berhasil menarik uang dari rekening korban.

Kapolsek Oebobo Kompol Ketut Saba didampingi Kanit Reskrim Polsek Oebobo Iptu Komang Sukamara, SH., yang dikonfirmasi di kantornya kemarin mengakui kalau pihaknya sudah menerima laporan polisi dan sudah dibuatkan Laporan Polisi di SPKT Polsek Oebobo sesuai dengan nomor LP.B.108. VII.2019. Sektor Oebobo tanggal 20 Juli 2019.

“Kasus nya sudah ditangani secara intensif oleh piket Reskrim Polsek Oebobo,” tandas mantan Kasat Lantas Polres Sumba Barat ini.

Polisi sudah memeriksa saksi-saksi termasuk korban serta masih menyelidiki kasus ini. (wil)