Kembangkan Tambak 3.720 Hektare di Kupang, Presiden Diminta Setop Impor Garam

Kembangkan Tambak 3.720 Hektare di Kupang, Presiden Diminta Setop Impor Garam

Jakarta, penatimor.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyarankan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetop impor garam. Alasannya, kebijakan impor membuat harga garam dalam negeri anjlok.

Luhut mengatakan hal itu usai menghadap Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (23/7).

Dalam pertemuan itu keduanya membahas harga garam yang anjlok gara-gara masuknya produk impor saat petambak sedang panen.

“Jadi sekarang ini saya sarankan presiden eloknya enggak usah ada impor-impor lagilah. Itu bikin kacau,” kata Luhut usai bertemu Jokowi.

Luhut juga membeber pertimbangan lain tentang pentingnya menyetop impor garam.

Menurutnya, pemerintah akan mengembangkan lahan tambak seluas 3.720 hektare di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan memiliki kapasitas produksi sebanyak 800 ribu ton pada 2021.

“Jadi sebenarnya kita enggak usah lagi impor-impor,” tegas Luhut sembari memastikan garam yang akan dihasilkan dari Kupang berkadar NaCl tinggi, yakni 98 persen sehingga bisa langsung diserap industri. (jim)