HUKRIM  

Ulah Tersangka NTT Fair, di Bandara Pakai Kursi Roda, Sampai Kejati Bisa Jalan Sendiri

Ulah Tersangka NTT Fair, di Bandara Pakai Kursi Roda, Sampai Kejati Bisa Jalan Sendiri

Kupang, penatimor.com – Tersangka perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair Linda Liudianto telah tiba di Kupang.

Kontraktor pelaksana proyek NTT Fair tersebut dibawa tim penyidik Kejati NTT dengan pesawat Batik Air dan tiba di Bandara El Tari pukul 12.30.

Linda dikawal jaksa Benfrid Foeh dan jaksa Arif.

Linda dikeluarkan dari pintu lounge bandara dengan berkursi roda, kemudian dimasukan ke dalam mobil tahanan dan dibawa ke kantor Kejati untuk menjalani pemeriksaan.

Ulah Tersangka NTT Fair, di Bandara Pakai Kursi Roda, Sampai Kejati Bisa Jalan Sendiri
Linda Liudianto saat tiba di kantor Kejati NTT, Kamis (13/6). Foto: Wiliam Makani

Menarik nya, saat turun dari mobil tahanan di kantor Kejati NTT, Linda yang menutupi wajah nya dengan masker itu sudah bisa turun dari mobil dan berjalan sendiri.

Dia digiring beberapa petugas Kejati menuju ruang pemeriksaan Bidang Pidsus untuk menjalani pemeriksaan oleh Kasi Penyidikan, Wijaya.

Dilansir sebelumnya, tim penyidik Bidang Pidsus Kejati NTT telah menangkap Linda Liudianto selaku tersangka kasus dugaan korupsi NTT Fair 2017 yang merugikan negara sekitar Rp 6 miliar lebih.

Tim penyidik menangkap Linda yang adalah Kuasa Direktur PT. Cipta Eka Puri selaku kontraktor pelaksana proyek NTT Fair yang berlokasi di wilayah Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang.

Sumber tepercaya kepada media ini di Jakarta, Kamis (13/6) pagi, mengatakan, Linda jauh-jauh hari sebelumnya sudah dicekal karena terindikasi hendak melarikan diri ke luar negeri.

Hal ini karena suami Linda juga merupakan warga negara Korea Selatan.

“Tersangka tidak kooperatif, dipanggil lebih dari dua kali, tetap mangkir. Sehingga dilakukan pencarian terhadap beberapa alamat domisili tersangka di Surabaya dan Jakarta,” kata sumber ini.

Lanjut dia, diketahui tersangka menggunakan 10 nomer ponsel yang sering digunakan untuk komunikasi.

Dan dalam dua hari ini, keberadaan tersangka Linda Liudianto dapat dipastikan berada di Jakarta sehingga tim fokus melakukan pencarian di Jakarta.

“Hari Rabu, 12 Juni 2019 pukul 22.00 WIB, pergerakan tersangka terpantau berada di daerah Jl. D’bayan VI RW 01, Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, sehingga tim menuju ke alamat tersebut dan bertemu dengan suami tersangka,” ungkap dia.

Setelah menunggu kedatangan pengacara tersangka, pada Kamis 13 Juni 2019, pukul 00.15 WIB, dilakukan penangkapan terhadap tersangka dengan disaksikan Ketua RT, Satpam perumahan dan pengacara tersangka.

Kemudian tersangka dibawa ke Bandara Soekarto Hatta Cengkareng untuk selanjutnya diterbangkan ke Kupang menggunakan pesawat Batik ID 6548 pukul 08.55 WIB dan diperkirakan tiba di Bandara El Tari pukul 12.26 WITA.

Linda Liudianto telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Senin 10 Juni 2019 dengan sangkaan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan UU No. 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (wil)