HUKRIM  

Korupsi NTT Fair, Kejati Isyaratkan Tersangka Baru

Korupsi NTT Fair, Kejati Isyaratkan Tersangka Baru

Kupang, penatimor.com – Tim penyidik Kejati NTT telah menetapkan dan menahan 6 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi NTT Fair.

Namun pihak Kejati NTT mengisyaratkan ada potensi tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi yang sesuai hasil audit telah menimbulkan kerugian keuangan negara senilai Rp 6.783.831.281 tersebut.

Hal ini dikatakan Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati NTT Sugianta, SH.,MH., saat diwawancarai di kantornya, Kamis (13/6) sore.

“Ya, kita berdasarkan alat bukti yang cukup nanti kita tetapkan (tersangka baru). Seperti yang sudah jadi tersangka ini, menurut penyidik sudah cukup alat bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka,” kata Sugianta.

Mengenai agenda pemeriksaan tambahan terhadap saksi, yaitu mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Sekda NTT Ben Polomaing, Sugianta mengaku penyidik masih akan melihat kelengkapan dari alat bukti dan berkas pemeriksaan sebelumnya.

Bahkan dia menyebutkan Sekda Ben Polomaing sudah menjalani pemeriksaan tambahan untuk yang kedua kalinya.

“Kita lihat, nanti dari penyidik, berdasarkan alat bukti apakah sudah lengkap atau butuh pemeriksaan tambahan. Kita tunggu laporan dari penyidik,” ungkap mantan Kajari Manggarai Barat itu.

Sementara, 6 orang tersangka yang sudah ditahan penyidik, masing-masing Linda Liudianto selaku Kuasa Direktur PT Cipta Eka Puri dan Yuli Afra selaku mantan Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi NTT sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Linda dan Yuli ditahan di Lapas Wanita Kelas III Kupang.

Sementara, tersangka Dona Toh selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ditahan di Rutan Mapolres Kupang Kota.

Selain itu, tersangka Barter Yusuf selaku Direktur CV Desakon (Konsultan Pengawas), Ferry Jonson Pandie selaku Pelaksana Lapangan CV Desakon dan Hadmen Puri sebagai Direktur PT Cipta Eka Puri ditahan di Rutan Kelas IIB Kupang. (R1)