POLKAM  

600 Personel Polda NTT Masih Siaga di Polda Metro Jaya

600 Personel Polda NTT Masih Siaga di Polda Metro Jaya

Kupang, penatimor.com – Sebanyak 600 personel Polda NTT terdiri dari 300 anggota Sabhara dan 300 anggota Sat Brimob Polda NTT hingga saat ini masih disiagakan di Polda Metro Jaya dalam rangka pengamanan sidang perselisihan hasil Pemilhan Umum 2019.

Ratusan personel Polda NTT ini sudah dikirim sejak 17 Mei 2019 lalu.

Personel Polda NTT ini melakukan pengamanan penetapan hasil Pemilu 2019 di Kantor KPU RI, Jakarta pada 22 Mei 2019 lalu.

Para personel Polda NTT ini disiagakan di sekitar kantor KPU dan Bawaslu RI.

Saat memimpin apel konsolidasi dalam rangka berakhirnyaoperasi Ketupat Turangga 2019 dan persiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum tahun 2019 di Mapolda NTT, Kamis (13/6),

Waka Polda NTT, Brigjen Pol Drs Johanis Asadoma, MH., menyinggung soal keberadaan ratusan anggota Polda NTT yang disiagakan di Polda Metro Jaya.

“Kepada 600 orang personel Polda NTT tugas BKO Polda Metro Jaya melaksanakan pengamanan sidang PHPU, kami doakan agar tetap semangat dan menjaga kesehatan serta dapat melaksanakan tugas pengamanan dengan baik sehingga seluruh kegiatan sidang PHPU dapat berjalan dengan lancar dan terkendali,” tandas Waka Polda NTT.

Pengamanan sedianya dilakukan personel Polda NTT hingga tanggal 30 Juni 2019 mendatang atau hingga akhir sidang di MK RI.

Namun jika terjadi kondisi dan keadaan yang tidak memungkinkan maka keberadaan personil Polda NTT bakal diperpanjang melakukan BKO di Polda Metro Jaya.

Polda NTT berterima kasih kepada masyarakat NTT karena sudah ikut mendukung Pemilu 2019 sehingga berjalan aman, damai dan lancar hingga pengumuman hasil perolehan suara.
Ia menggambarkan kalau provinsi NTT tetap kondusif saat dan pasca pemilu karena kematangan masyarakat NTT dalam berdemokrasi serta semua berkeinginan menjaga keamanan dan ketertiban.

“Aman merupakan syarat mutlak berjalannya pembangunan dan kegiatan masyarakat berjalan dengan baik. Pembangunan akan beri dampak positif bagi masyarakat. Tidak ada rasa aman, tidak ada pembangunan,” ujarnya sambil berharap agar masyarakat NTT terus menjaga kedewasaan sehingga bisa jadi penopang NKRI yang aman.

Sebelumnya, Polda NTT mengirimkan ratusan personelnya ke Polda Metro Jaya Jakarta, untuk membantu pengamanan di Polda Metro Jaya.

Pada April lalu, 200 personel sudah dikirimkan, dan pertengahan bulan Mei lalu, personel dari Polda NTT berjumlah 400 personel kembali akan diberangkatkan ke Polda Metro Jaya.

Dikirimnya personel Polda NTT untuk membantu pengamanan di Jakarta, bukan berarti bahwa situasi keamanan di Jakarta dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

“Saya berpesan kepada mereka yang berangkat ke Jakarta, bahwa pengiriman mereka (personel Polda NTT) ke Jakarta jangan diartikan bahwa situasi di sana sangat mengkhawatirkan,” ujar Waka Polda NTT saat itu.

Tetapi pengiriman personel ke sana hanya bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
Seluruh sudut ibu kota negara akan ditempatkan semua personel untuk menjaga keamanan, dengan pasukan yang diperbantukan dari berbagai Polda di Indonesia.

Ia menambahkan tugas menjadi BKO di Mabes Polri adalah tugas negara. Oleh karena itu ia juga mengharapkan agar personel yang diberangkatkan dapat melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan ikhlas. (R3)