Warga Fatuleu Meninggal Saat sedang Menarik Sapi

  • Bagikan
Warga Fatuleu Meninggal Saat sedang Menarik Sapi

Oelamasi, penatimor.com – Warga Desa Oebola, tepatnya di wilayah RT 003/RW 002, Dusun II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, gempar dengan kematian seorang warga secara tiba-tiba, sekira pukul 17.00, Selasa (14/5).

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu terindentifikasi adalah Mesak Oematan (50).

Korban merupakan warga Kampung Ekat, RT 003/RW 002, Dusun II, Desa Oebola.

Saksi dalam kejadian ini adalah Hendrik Umbanu dan putranya Orni Samuel Umbanu.

Kematian ini berawal pada Selasa (14/5), sekitar pukul 17.00, saat korban datang ke rumah saksi Hendrik Umbanu untuk meminta kendaraan truk guna memuat sapi.

Selanjutnya korban bersama saksi Hendrik dan Orni menuju ke tempat sapi yang hendak diangkut.

Ketika tiba di lokasi Usapi Maknau yang masih termasuk dalam wilayah Desa Oebola, korban bersama Hendrik membuka sapi yang saat itu dalam keadaan terikat di pohon lamtoro.

Selanjutnya satu ekor sapi ditarik oleh korban, dan satu ekornya lagi ditarik Hendrik, sedangkan Orni menunggu di mobil.

Pada saat itu Hendrik berjalan dahulu diikuti oleh korban menarik sapi menuju kendaraan yang sudah terparkir.

Sekitar 30 meter dari truk, tiba-tiba korban mengeluh sakit kepada Hendrik.

“Kunyadu dahulu, beta pung napas sonde bisa lae ada sesak. Bawa itu sapi menuju ke oto, habis ambil ini sapi yang beta tarik,” kata saksi Hendrik meniru ucapan korban.

“Akan tetapi saat itu saya belum jalan menuju ke mobil tiba-tiba korban langsung duduk dan terjatuh. Selanjutnya saya memanggil anak saya yang saat itu sementara menunggu di mobil. Saya bilang tolong lu panggil istri korban bahwa korban ada nafas sesak. Kemudian saya pergi memanggil warga lainnya saat itu,” sambung Hendrik.

Pada saat itu waktu menunjukkan pukul 17.30, dan ketika semua orang berdatangan, korban sudah tidak bernyawa lagi.

Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan, SIK., yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan.

“Setelah menerima laporan masyarakat, kepolisian di Polsek setempat langsung datangi TKP, melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis terhadap mayat korban,” kata Kapolres.

Dia melanjutkan, menurut keterangan istri korban, almarhum mengalami sakit di bagian uluh hati atau sesak nafas selama kurang lebih satu minggu lamanya.

Korban juga mengalami sakit di bagian bawah leher belakang, pinggul sebelah kanan akibat jatuh motor.

“Istri korban dan keluarga menerima kematian korban dengan membuat pernyataan penolakan autopsi,” pungkas Kapolres Kupang. (R3)

  • Bagikan