Wagub Nae Soi: Jangan Sekali-kali Jual Air Untuk Kepentingan Pribadi

  • Bagikan
Wagub Nae Soi: Jangan Sekali-kali Jual Air Untuk Kepentingan Pribadi

Kupang, Penatimor.com – Wakil Gubernur (Wagub) NTT Josef Nae Soi mengingatkan agar jangan sekali-kali menjual air untuk kepentingan pribadi.

Wagub Nae Soi sampaikan ini dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Air Bersih di Provinsi NTT di Kupang, Kamis (23/5/2019).

Pada kesempatan tersebut, Nae Soi menegaskan, berbagai masalah air bersih di daerah itu harus segera diatasi.

“Tahun depan, sudah harus ada laporan mengenai apa hasil dari rapat kali ini. Jadi, kita yang dari daerah atau kabupaten, jangan datang ikut rapat lalu pulang dan cuma lapor kegiatan. Tapi harus bekerja dengan solusi-solusi yang sudah ditemukan,” tegasnya.

Nae Soi mengajak untuk bekerja dengan saling menghidupkan kinerja, dengan melakukan koordinasi serta kolaborasi untuk mencapai sasaran.

“Dalam melayani masyarakat kita perlu menyatukan persepsi. Kita harus saling menghidupkan kinerja satu sama lain, dengan berkoordinasi dan kolaborasi untuk dapat mencapai sasaran kerja,” ujarnya.

Menurut Nae Soi, dalam bekerja harus memiliki tujuan agar mampu menghasilkan dampak positif. Intinya rakyat bisa mendapatkan air bersih dan tidak harus terbelenggu dengan aturan dan struktur yang ada.

“Kita langsung eksekusi, baik melalui air tangki atau pipa, agar masyarakat bisa menikmati. Bapak-Bapak dan ibu-ibu ini tugasnya sangat mulia, karena masyarakat membutuhkan air dan kita bersama bisa menghantarkan air kepada mereka. Bekerjalah melalui tahapan-tahapan kerja sama, upaya pemenuhan kebutuhan air bersih harus mencapai 100 persen,” katanya.

Dia berargumen, berbicara tentang air berarti ada dimensi idealis, yaitu air sangat penting. Karena tanpa air maka semua orang akan mati.

“Kita perlu bersyukur karena Presiden Jokowi sudah membangun tujuh bendungan di NTT. Belum lama ini, dia datang dan resmikan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu. Saya kemudian berbicara kepadanya, agar kalau boleh, dibangun 20 bendungan lagi di NTT,” ungkapnya.

“Oleh sebab itu, bila kita lihat Presiden yang sudah terlebih dahulu bekerja, maka kita harus mampu melanjutkan apa yang sudah Presiden lakukan. Kita lanjutkan kepada masyarakat,” imbuh Nae Soi.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi tentu sangat baik bagi masyarakat NTT. Besarnya perhatian Presiden RI itu bisa mengatasi masalah kekeringan di NTT.

“Tahun depan, sudah harus ada laporan mengenai apa hasil dari rapat kali ini. Jadi, kita yang dari daerah atau kabupaten, jangan datang ikut rapat lalu pulang dan cuma lapor kegiatan. Tapi harus bekerja dengan solusi-solusi yang sudah ditemukan,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi NTT, Rosye Hedwin Dopo dalam laporannya mengatakan, rapat koordinasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan strategi percepatan penanganan layanan air bersih, terutama pada lokasi desa yang dikategorikan dalam ‘desa rawan air.’

“Maksud dan tujuan rapat koordinasi ini diantaranya, sebagai wadah untuk mendiskusikan isu, permasalahan dan strategi percepatan pemenuhan kebutuhan air bersih, bagi masyarakat di NTT untuk tahun 2018 hingga 2023,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, untuk memetakan capaian layanan air bersih di kabupaten dan kota di NTT, juga meningkatkan kinerja pelaksana penyelenggaraan, mendiskusikan isu dan permasalahan air bersih, strategi penanganan dan menetapkan target bersama.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan mulai tanggal 23 sampai 25 Mei 2019. Kegiatan yang berlangsung tiga hari itu dihadiri oleh 110 orang peserta dari 21 kabupaten dan kota di NTT. (R2)

  • Bagikan