Minuman Panas Berpotensi Risiko Kanker Tenggorokan

  • Bagikan
Minuman Panas Berpotensi Risiko Kanker Tenggorokan

Penatimor.com – Jika Anda menyukai minuman panas, maka Anda harus tahu bahwa sebuah studi kesehatan menyatakan hal itu berpotensi menumbuhkan risiko kanker tenggorokan.

Penelitian yang diterbitkan di International Journal of Cancer, melacak kebiasaan lebih dari 50.000 peminum teh panas di Golestan, sebuah provinsi di Iran timur laut. Selama periode 10 tahun, 317 kasus baru kanker kerongkongan/tenggorokan telah terjadi.

Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang minum lebih dari 700 ml (hampir 24 ons) teh sehari pada suhu 60 derajat Celcius (140 derajat Fahrenheit) memiliki risiko 90 persen lebih tinggi untuk terserang kanker.

“Berdasarkan hasil penelitian kami, minum teh panas dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan,” kata Farhad Islami, penulis utama studi tersebut, seperti dilansir laman Yahoo Health, Kamis (9/5).

Teh panas, plus merokok dan minum alkohol merupakan minuman koktail untuk kanker. Islami mencatat bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan tentang mengapa minuman panas bisa menyebabkan kanker.

Islami mengatakan cedera termal kronis bisa menyebabkan peradangan yang bisa menyebabkan kanker atau memudahkan karsinogen dicerna melalui makanan atau minuman untuk menembus lapisan kerongkongan.

Studi sebelumnya telah meneliti hubungan antara minuman panas dan kanker, termasuk studi tahun 2018 yang berbasis di Tiongkok yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine yang menemukan bahwa minum teh panas, ketika dikombinasikan dengan alkohol berat dan penggunaan tembakau, secara signifikan bisa meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

Organisasi Kesehatan Dunia, pada 2016, mengatakan minum kopi, teh, dan minuman lain pada suhu lebih panas dari 149 derajat Fahrenheit (65 derajat Celcius) “mungkin menyebabkan kanker.”

Namun, Islami mengatakan studi sebelumnya ini terbatas karena didasarkan pada persepsi yang dilaporkan sendiri tentang suhu minum teh atau dilakukan setelah peserta mengembangkan kanker. (R4)

  • Bagikan