UTAMA  

Maria Shandi Hibur Warga Kota Kupang

Maria Shandi Hibur Warga Kota Kupang

Kupang, penatimor.com – Penyanyi rohani Maria Shandi hadir mengisi malam pujian Jemaat Benyamin Oebufu di area Bundaran Tirosa Kupang, Minggu (21/4) malam.

Acara konser rohani ini merupakan puncak rangkaian acara Paskah yang digelar GMIT Benyamin Oebufu, setelah pawai etnis yang dimulai dari gedung gereja Benyamin Oebufu sampai Bundaran Tirosa.

Maria Shandi tampil membawakan lagu-lagunya, di antaranya Mujizat Itu Nyata, Waktu Tuhan dan sejumlah lagu lainnya.

Bundaran Tirosa dipadati oleh warga Kota Kupang yang datang untuk menyaksikan langsung penampilan Maria Shandi dan kemeriahan acara puncak Paskah Jemaat GMIT Benyamin Oebufu.

Hadir juga sebagai bintang tamu, semi finalis The Voice Indonesia 2018 King Daepani, finalis Rising Star Indonesia Inggit Wakano, Paduan Suara Mazmur Corale dan beberapa artis Kupang lainnya.

Di puncak acara, semua artis tamu, termasuk Maria Shandi, Ketua Majelis Jemaat Benyamin Oebufu Pdt. Samuel Pandie dan Pdt. Grace Pandie-Sjioen, menyanyi bersama lagu Ajaib Tuhan.

Di lagu terakhir ini, Maria Shandi berduet dengan kedua pendeta GMIT yang suaranya tidak kalah luar biasa dari Maria Shandi.

Semua jemaat dan masyarakat umum yang hadir langsung terdiam hening menyaksikan penampilan semua artis menyanyi dengan warna suara yang berbeda satu dengan yang lain.

Wakil Ketua Majelis Jemaat Benyamin Oebufu Pdt. Grace Pandie-Sjioen mengatakan, konser rohani ini merupakan puncak acara kegiatan perayaan Paskah di Jemaat Benyamin Oebufu, dan tentunya semua atas kerja keras panitia dan semua jemaat.

“Kami sangat bersyukur karena kegiatan ini begitu luar biasa, dapat membawa dampak bagi peningkatan iman jemaat,” katanya.

Pdt. Grace menjelaskan, Jemaat Benyamin Oebufu saat ini fokus untuk program peningkatan ekonomi jemaat, mulai dengan program ekonomi kreatif.

“Kami majelis jemaat dan panitia perayaan Paskah Benyamin Oebufu berharap tahun-tahun berikutnya kegiatan ini terus dilakukan dengan ide dan kreatifitas yang berbeda, agar setiap tahunnya ada konsep berbeda yang ditampilkan,” katanya. (R1)