UTAMA  

Jalan Salib Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang Singgahi 5 Gereja

Jalan Salib Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang Singgahi 5 Gereja

Kupang, penatimor.com – Pemuda Gereja Masehi Injli Timor (GMIT) Klasis Kota Kupang menggelar jalan salib akbar.

Jalan salib ini dimulai pukul 23.00, dari Taman Nostalgia, Kota Kupang, Kamis (18/4).

Rombongan menyinggahi beberapa gereja antara lain, GMIT Kota Baru, GMIT Talitakumi, GMIT Ebenheazer Oeba, GMIT Kota Kupang, GMIT Koinonia dan puncaknya di GMIT Syalom Airnona, yang ditandai dengan adegan penyaliban Yesus, Jumat (19/4) pagi.

Ratusan jemaat mulai dari anak-anak, remaja hingga orangtua memadati halaman depan gereja GMIT Syalom menyaksikan adegan penyaliban Yesus.

Mereka mengikuti dengan sungguh adegan penyaliban sembari berdoa.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Syalom Airnona Pdt. Hengki Abineno kepada wartawan, mengatakan, jemaat dan pemuda sangat antusias mengikuti jalan salib.

Jalan Salib Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang Singgahi 5 Gereja
Pdt. Hengky Abineno

Dia juga memberi apresiasi kepada Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang yang telah menggelar jalan salib tersebut.

“Saya lihat tahun ini lebih banyak jemaat yang hadir dan mereka terlihat mengikuti jalan salib ini dengan sungguh. Saya tahu, untuk menggelar jalan salib akbar ini butuh tenaga, pikiran, waktu, biaya. Pemuda GMIT mampu melakukannya, tentu patut diapresiasi. Gereja dan jemaat tentu juga akan terus mendukung kaum muda agar mereka terus bertumbuh menjadi pribadi yang aktif di gereja maupun masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu Hengki Abineno juga berterima kasih kepada Pemuda GMIT karena telah memilih Gereja GMIT Syalom sebagai Golgota tempat Yesus disalibkan.

“Ini merupakan kali kedua gereja ini dipilih sebagai Golgota. Tahun lalu di sini juga, saya mewakili jemaat mengucapkan terima kasih dan kami sangat bersyukur,” ungkapnya.

Sementara itu Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, mengajak kaum muda lintas agama di Kota Kupang agar menjaga kebersihan lingkungan.

Hal itu dikatakan Jefri saat memberi sambutan membuka rangkaian kegiatan drama Kisah Sengsara Yesus dan Jalan Salib.

Jefri mengatakan, kehadiran kaum mudi-mudi mesti memberikan dampak positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal itu bisa dilakukan dengan memerhatikan dan memelihara lingkungan sekitar.

Sampah menurut Jefri, masih jadi masalah di Kota Kupang. Untuk itu para pemuda diharapkan menjadi penggerak mendorong masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan kegiatan bersih-bersih.

Selain itu, lanjutnya, kebersihan di pesisir pantai juga perlu mendapat perhatian serius karena sangat berpengaruh pada biota laut.

“Di pantai-pantai wisata, jangan bung sampah sembarangan. Kalau kita melihat ada sampah di sana kita bersihkan. Jangan hanya datang berwisata dan berselfie ria saja,” tegasnya.

Dia juga mengajak kaum muda untuk mendukung pembangunan di Kota Kupang.

Menurutnya pemerintah bisa bekerja dengan baik kalau ada dukungan, imbauan, saran dan kritik dari masyarakat.

Untuk itu, lanjut Wali Kota, kaum muda mesti menjadi pribadi-pribadi yang memiliki sikap kritis.

Bahkan Jefri mengatakan kaum muda tidak boleh takut mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah.

“Daya kritis pemuda tidak boleh hilang. Itu harus terus diasah dan berani memberikan masukan kepada pemerintah untuk mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat,” tegasnya.

Lanjutnya, kehadiran pemuda bisa memberikan dampak positif kalau mereka punya kompetensi yang baik, baik dari pengetahuan, keimanan yang kemudian tampak dalam cara hidup, pergaulan dan sikap yang baik dalam hidup sehari-hari.

Hal senada diungkapkan oleh Ernest Ludji selaku Ketua Panitia Jalan Salib Akbar Pemuda GMIT.

Menurut Ernest kaum muda harus terus membekali diri dengan berbagai ilmu dan keterampilan.

“Kalau mereka tidak memiliki kompetensi, bagaimana mereka bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Wali Kota Kupang, perlu diperhatikan secara baik dan harus segera diimplementasikan kaum muda dalam kehidupan mereka sehari-hari. (R1)